Menghitung dan menganalisa Liquidity Ratio, Activity Ratio, Debt Ratio dan Profitability Ratio


Perhitungan dan analisa Liquidity Ratio, Activity Ratio, Debt Ratio dan Profitability Ratio

Berikut merupakan analisis accounting yang berisi tentang liquidity ratio, activity ratio, debt ratio, profitability ratio.

1 Liquidity Ratio

Liquidity ratio berfungsi untuk mengetahui bagaimana kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban finansial jangka pendek tepat waktu Berikut merupakan liquidity ratio yang didapatkan berdasarkan satu tahun transaksi keuangan perusahaan:
Diketahui      : Current assets : Rp 3.104.779.600,00
                        Current liabilities : Rp 1.457.685.000,00
                        Inventory : Rp
Ditanyakan   : Current ratio = ... ?
                        Acid test ratio = ... ?
Penyelesaian : Current ratio =  

                                              =  

                                              = 2,13
               Acid test ratio 


                                       =  
                                       = 2,07


Tabel diatas merupakan hasil perhitungan untuk mengetahui liquidity ratio yang terdiri dari current ratio dan acid test ratio. Didapatkan hasil sebesar 2,13 pada current ratio yang menunjukkan bahwa perusahaan menjamin setiap 1 Rupiah hutang dijamin oleh 2,13. Hasil acid test ratio sebesar 2.07 yang menunjukkan kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek dengan aktiva yang lebih likuid.

Liquidity Ratio



Activity ratio merupakan tingkat efektivitas penggunaan aktiva atau kekayaan perusahaan. Berikut merupakan activity ratio yang didapatkan berdasarkan satu tahun transaksi keuangan perusahaan:
Diketahui      : HPP : Rp 5.084.179.600,00
                          Finished Good : Rp 0
Pendapatan bersih sebelum pajak : Rp 2.711.074.600,00
Harta tetap : Rp 50.597.000,00
                          Total aktiva: Rp 3.155.736.600,00
                          Total akhir neraca disesuaikan : Rp 3.081.829.600,00
Ditanyakan   : Inventory turnover = ... ?
                        Average collection period = ... ?
  Fixed asset turnover = ... ?
  Total asset turnover = ... ?
Penyelesaian : Inventory turnover    =  

                                                   =  

                                                            = 0
                          Average collection period     =  

                                                                        =  

                                                                        = 21.47
  Fixed asset turnover =  

                                    =  

                                    =88,40
  Total asset turnover  =  

                                    =  

                                    = 3,31



Tabel diatas merupakan hasil perhitungan activity ratio yang terdiri dari inventory turnover, average collection period, fixed asset turnover, dan total asset turnover. Hasil perhitungan inventory turnover sebesar 0 yang menunjukkan kemampuan dana suatu perusahaan yang tertanam dalam persediaan. Average collection period sebesar 21,47 yang menunjukkan kemampuan pengumpulan hutang perusahaan dalam 1 hari. Fixed asset turnover sebesar 88,40 yang menunjukkan perputaran aktiva tetap perusahaan. Total asset turnover sebesar 3,31 yang menunjukkan kemampuan penjualan perusahaan dari total aset yang dimiliki.

3 Debt Ratio

Debt ratio merupakan ukuran seberapa besar jumlah aktiva perusahaan yang dibiayai oleh total hutang. Berikut merupakan debt ratio yang didapatkan berdasarkan satu tahun transaksi keuangan perusahaan:
Diketahui      : Total hutang : Rp 1.457.685.000,00
                         Total aktiva : Rp 3.155.736.600
                         Pendapatan : Rp 8.660.294.200
                         Beban bunga hutang jangka panjang : Rp 35.000.000
Ditanyakan   : Debt ratio = ...?
                        Time interest earned = ... ?
Penyelesaian : Debt ratio     =  

                                       =  

                                       = 0,46
                 Time interest earned            

                                                               =  

                                                               = 31,65



Tabel diatas merupakan hasil perhitunan dari debt ratio dan time interest earned. Diketahui hasil debt ratio sebesar 0,46 yang merupakan proporsi hutang perusahaan terhadap aset yang dimiliki perusahaan. Time interest earned sebesar 31,65 yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar hutang dan bunga.

4 Profitability Ratio

Profitability ratio merupakan ukuran seberapa besar keuntungan yang diperoleh perusahaan berdasarkan kegiatan investasi yang dilakukan. Berikut merupakan profitability ratio yang didapatkan berdasarkan satu tahun transaksi keuangan perusahaan:
Diketahui      : Total penjualan : Rp 8.660.294.200
                         HPP : Rp 5.805.179.600
                        Pendapatan bersih sebelum pajak : Rp 2.711.074.600
                        Pendapatan bersih setelah pajak : Rp1.603.389.600
                        Total aktiva : Rp 3.155.736
Ditanyakan   : Gross profit margin = ...?
                        Operating profit margin = ... ?
  Net profit margin = ... ?
 Return on total assets = ... ?
 Return on equity = ... ?
Penyelesaian : Gross profit margin

                                                            =  

                                                            = 0,33
Operating profit margin         =  

                                                =  

                                                = 0,51
Net profit margin       

                                    =  

                                    =0,37
Return on total assets =  

                                    =  

                                    = 1,40
Return on equity        

                                   


Tabel diatas merupakan hasil profitability ratio yang terdiri dari gross profit margin, operating profit margin, net profit margin, return on total assets, dan return on equity. Hasil dari perhitungan gross profit margin sebesar 0,33 yang menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dibandingkan penjualan yang dicapai. Perhitungan operating profit margin sebesar 0,51 yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Net profit margin sebesar 0,37 yang merupakan perbandingan antara laba bersih dan penjualan. Hasil return on total assets sebesar 1,40 yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba kotor dari semua aktiva yang dimilki perusahaan. Hasil return on equity sebesar 1,01 yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari semua aktiva yang dimilki perusahaan. 

Metodologi analysis of accounting

METODELOGI PRAKTIKUM


Bab tiga berisi alat dan bahan yang digunakan untuk praktikum serta flowchart dan prosedur praktikum.

3.1 Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan saat praktikum adalah sebagai berikut.
1.      Komputer
2.      Microsoft word
3.      Microsoft excel
4.      Kanban
5.      ATK

3.2 Prosedur Praktikum

Prosedur praktikum dibagi menjadi dua yaitu prosedur praktikum dan prosedur pengolahan data

a. Prosedur Pengambilan Data

Prosedur pengambilan data yang digunakan adalah sebagai berikut.
1.    Membentuk 4 bagian yaitu bagian supplier, bagian customer, bagian perusahaan serta bagian bank. Dimana untuk bagian supplier, bagian customer dan bagian perusahaan bisa lebih dari 1.
2.    Berikut rincian tugas masing-masing bagian:
a.       Bagian supplier menentukan kapasitas barang yang akan dijual dan menentukan harga tiap barang tiap lead time.
b.      Bagian customer melakukan transaksi pembelian produk ke satu atau lebih perusahaan.
c.       Bagian perusahaan bertugas untuk memperkirakan jumlah pembelian barang sesuai demand.
d.      Bagian bank bertugas untuk melayani bagian perusahaan apabila melakukan transaksi peminjaman uang.
3.      Bagian perusahaan melakukan transaksi pembelian barang ke bagian supplier sesuai demand.
4.      Bagian supplier memberikan bukti transaksi ke bagian perusahaan.
5.      Jika kas (uang) yang dimiliki bagian perusahaan masih ada maka perusahaan dapat melakukan transaksi pembelian barang ke supplier, namun apabila kas sudah habis maka bagian perusahaan dapat melakukan transaksi peminjaman uang ke bagian bank.
6.      Bagian costumer melakukan transaksi pembelian produk ke satu atau lebih perusahaan.
7.      Ulangi langkah 3 sampai 6 samapai kurang dari atau sama dengan 5 kali.
8.      Bagian perusahaan merekap semua transaksi penjualan dan pembelian yang terjadi selama satu periode.

b. Prosedur Pengolahan Data

Prosedur pengolahan data yang dilakukan saat praktikum adalah sebagai berikut.
1.    Pertama adalah melakukan perekapan transaksi yang terjadi selama satu periode
2.    Kedua adalah membuat jurnal umum dari semua transaksi yang terjadi dalam perusahaan selama periode yang akan dibukukan.
3.    Berdasarkan jurnal umum, selanjutnya membuat buku besar yaitu untuk mengetahui nilai akhir dari setiap ayat jurnal dengan cara mencari besar nilai akumulasi di akhir transaksi.
4.    Selanjutnya membuat neraca saldo berdasarkan sisa saldo dari masing-masing ayat jurnal pada buku besar.
5.    Kemudian dibuat harga pokok produksi untuk mengetahui besar harga pokok produksi yang mana didalamnya berisi semua biaya yang dibutuhkan untuk membuat produk selama satu tahun.
6.    Setelah itu membuat laporan rugi/laba yang bertujuan untuk mengetahui apakah perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian dengan mencari selisih antara pendapatan dan biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk serta beban-beban lain.
7.    Kemudian membuat laporan neraca di akhir periode untuk mengetahui besar nilai aktiva dan pasiva dari perusahaan.
8.    Langkah selanjutnya membuat analisis keuangan yang terdiri dari 4 kriteria yaitu liquidity ratio, activity ratio, debt (solvency) ratio dan profitability ratio.
9.    Membuat analisis kelayakan usaha yaitu menggunakan NPV dan IRR.


10.           

3 Flowchart pengambilan data

Flowchart Pengambilan Data

Flowchart Pengambilan data dapat dilihat melalui gambar dibawah ini.




b. Flowchart Pengolahan Data

Flowchart pengolahan data dapat dilihat melalui gambar dibawah ini.



yang harus ada dalam analysis of accounting menurut ahli


LANDASAN TEORI


1 Jurnal Umum

Menurut Mardiasmo (2000), jurnal umum merupakan buku yang digunakan untuk pencatatan dan penggolongan transaksi keuangan secara kronologis. Dalam jurnal umum biasanya memuat tentang tanggal terjadinya transaksi, keterangan yang diisi dengan nama yang harus di debit atau kredit dan penjelasan singkat mengenai transaksi yang dilakukan, serta kolom jumlah yang diisi dengan nominal yang harus diisi di kolom debet dan mana yang harus di kredit.

2 Buku Besar

Menurut Mardiasmo (2000), buku besar merupakan buku yang dipergunakan untuk untuk peringkasan transaksi keuangan, yang berupa kumpulan dari rekening rekening. Buku besar dapat berbentuk buku yang setiap halamannya berisi dari kumpulan rekening. Proses pembuatan buku besar dapat dilakukan setelah membuat rekapan transaksi ke dalam jurnal umum. Adapun proses pemindahan rekening dari jurnal umum ke dalam buku besar dinamakan posting buku besar.

3 Trial Balance

Trial balance atau neraca saldo merupakan suatu daftar yang berisikan saldo rekening-rekening pada buku besar, yang disusun di akhir periode akuntansi (Mardiasmo, 2000). Riswan (2014), menjelaskan bahwa neraca atau daftar neraca merupakan laporan yang menggambarkan posisi aset, kewajiban dan ekuitas pada saat tertentu. Laporan ini juga menyajikan tentang sumber-sumber ekonomis dari suatu perusahaan, atau aset kewajiban atau utang, dan hak pemilik perusahaan yang bersangkutan.

Menurut Mardiasmo (2000), saldo dari rekening tersebut digunakan untuk:
1.        Rekening-rekening Aktiva, antara lain meliputi Kas, Kendaraan, Piutang Wesel, Tanah, Gedung dan Surat Berharga (umumnya memiliki saldo debit).
2.        Rekening-rekening Utang, misalnya Utang Bank (yang umumnya memiliki saldo Kredit).
3.        Rekening-rekening Modal, misalnya Modal (umumnya memiliki saldo Kredit).
4.        Rekening-rekening Pendapatan, misalnya Pendapatan Sewa (yang umumnya memiliki saldo Kredit).
5.        Rekening-rekening Biaya, antara lain meliputi Biaya Iklan, Biaya Supplies Kantor, Biaya Bahan Bakar, Biaya Reparasi Kendaraan, Biaya Bunga, Biaya Listrik dan Gaji Karyawan (yang umumnya memiliki saldo Debit).

4 Harga Pokok Produksi (HPP)

Menurut Isnani (2014), Harga pokok produksi merupakan sejumlah biaya yang terjadi dan dibebankan dalam proses produksi. Penentuan harga pokok produksi merupakan hal yang sangat penting karena harga pokok produksi digunakan untuk menentukan harga jual produk, serta penentuan harga pokok persediaan produk jadi dan produk dalam proses yang akan disajikan dalam neraca. Perhitungan dari harga pokok produksi dilakukan dengan menjumlahkan seluruh biaya produksi, sedangkan harga pokok produksi per unit ditentukan dengan membagi dengan seluruh total biaya produksi dengan volume produksi yang dihasilkan.

5 Laporan Laba Rugi

Laporan laba/rugi merupakan laporan yang memuat informasi mengenai pendapatan dan biaya perusahaan selama periode tertentu (Mardiasmo, 2000). Menurut Riswan (2014), laporan laba/rugi merupakan laporan prestasi suatu perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Tujuan dari adanya laporan laba/rugi yaitu melaporkan kemampuan perusahaan yang sebenarnya untuk memperoleh laba. Laporan laba/rugi merupakan suatu laporan yang sistematis mengenai penghasilan, beban, laba/rugi yang diperoleh suatu perusahaan selama periode tertentu.

6 Analisis Accounting

Menurut Riswan (2014), analysis of accounting merupakan suatu analisis yang menelaah atau mempelajari hubungan dan kecenderungan atau trend untuk menentukan posisi keuangan dan hasil operasi serta perkembangan dari perusahaan yang bersangkutan. Dengan kata lain, analisis laporan keuangan merupakan proses untuk mempelajari data-data keuangan agar lebih mudah dipahami. Analisis laporan keuangan menguraikan tentang pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan antar data kuantitatif maupun non-kuantitatif.

7 Liquidity Ratio

Menurut Riswan (2014), Liquidity ratio ataun rasio likuiditas merupakan rasio digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Rasio likuiditas terdiri atas:
1.        Rasio Lancar (Current Ratio)
Rasio lancar merupakan pengukuran yang digunakan untuk mengevaluasi likuiditas perusahaan dalam membayar utang jangka pendek. Rumus yang digunakan yaitu:

2.        Rasio Cepat (Quick Ratio)
Rasio cepat merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid mampu menutupi utang lancar. Rumus yang digunakan yaitu:
  



3.        Cash Ratio
Cash ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban-kewajiban yang telah jatuh tempo. Rumus yang digunakan yaitu:
       


8 Activity Ratio

Rasio aktivitas merupakan rasio yang mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan sumber dayanya. Rasio aktivitas terdiri atas:
1.        Current Asset Turn Over
Rumus yang digunakan yaitu:
     


2.        Total Asset Turn Over
Rumus yang digunakan yaitu:
        

Back To Top